Posts Tagged ‘communication’

Les Spesialis Terinjak

// December 16th, 2008 // No Comments » // Rembesan isi kepalaku

Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya dan berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, menyebarluaskan informasi dengan media yang tersedia (pasal 28F amandemen II UUD 1945).

Begitulah bunyi dasar hukum yang menjamin kebebasan informasi dinegara ini. Setiap orang diberi hak yang sama untuk berkomunikasi. Namun, setiap pesan komunikasi akan menimbulkan dampak negative dan positif terhadap orang lain. Hukum komunikasi kemudian dibangun sebagai alat yang mengatur bagaimana kebebasan dan tanggung jawab dalam proses penyampaian pesan antar manusia. Petimbangannya sudah jelas, agar ada keseimbangan antara kebebasan dan tanggung jawab.

Media massa sebagai alat komunikasi publik merupakan jembatan perputaran informasi. Didalamnya terdapat kegiatan pers yang mengumpulkan informasi dan kemudian menyebarluaskannya kepada publik. Pers kemdian berubah bukan hanya sekedar menjadi profesi penyedia informasi tetapi menjadi alat pengawasan jalannya roda keNegaraan. Olehnya, pers kemudian dikatakan elemen ke empat demokrasi. Tetapi, bagaimana jadinya ketika undang-undang pers kembali diinjak? (more…)

WORLD AIDS DAY 1 DEC 2008

// December 2nd, 2008 // No Comments » // Uncategorized

apakah bumi ini akan selalu mengalami penyakit yang membinasakan?

tentu saja tidak…

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=M40XdVsg_eo]

Indonesia terjangkit Neurosis

// September 10th, 2007 // 1 Comment » // Rembesan isi kepalaku

Suatu waktu aku setelah selesai mengerjakan sesuatu di studio aku pulang kerumah (tepatnya malam ini). sayangnya setiba di depan pintu rumah dan setelah menekan bel serta menelpon banyak kali tak satupun orang yang membukakan pintu. Terpaksa aku kembali ke studio yang jaraknya kira2 10 km dari rumah. Tapi bukan itu yang ingin kuceritakan. Aku ingin bercerita ttg perjalananku kembali ke studio.

Setelah sedikit kecewa aku meninggalkan pintu rumah dan berjalan sekitar 150 m untuk mencari angkot. Belum tiba di tikungan pertama aku dikagetkan dengan sesosok tubuh renta milik seorang pria berjenggot putih yang berbaring di atas trotoar dengan berbagai kantong brisikan sesuatu di sisinya. Sontak aku kaget. Hampir bersamaan mata ini ingin mengeluarkan cairannya dan hampir bersamaan pula aku merasa mual dan ingin muntah. Sayangnya cairan itu tak sempat keluar dan kuusahakan agar aku tak muntah di tempat itu.

Hal yang petama terpikirkan saat itu bahwa betapa bangsatnya negara ini. (more…)