Indonesia, Negeri yang berusaha ku Cinta..
// January 20th, 2010 // Rembesan isi kepalaku
“Indonesia raya merdeka-merdeka
Tanahku negeriku yang kucinta
Indonesia raya merdeka-merdeka
Hiduplah Indonesia raya…”
Demikianlah beberapa bait lagu yang dikumandangkan setiap upacara bendera oleh para peserta upacara.
Tanpa sadar Negara mencoba menghegemoni kita melalui bait lagu yang konon membakar semangat para pahlawan kemerdekaan setiap hari senin atau hari-hari besar nasional lainnya. Dan hal tersebut cukup berhasil jika kita mengingat kasus Indonesia VS Malaysia dalam sengketa perebutan tanah air. Semua warga Indonesia tiba-tiba serentak bangkit dengan jiwa nasionalisme meneriakkan satu hal ‘ganyang Malaysia’ sembari terus-terusan mengirim TKI ke negeri jiran. Tetapi tatkala Negara-negara dunia pertama masuk ke negeri kita berselimutkan neo-liberalisme dengan kata pamungkas modernisasi pembangunan menyerobot dan menggusur tanah, lahan, serta rumah kita untuk dijadikan gedung-gedung beton bermerk mall ataukah hutan yang digunduli kayunya kemudian digantikan tambang minyak, gas alam, batu bara bahkan emas, ataupun di sulap menjadi tisu basah, kita (baca:pemerintah) diam saja. Itupun masih lebih baik dibanding jika pemerintah mengirim pasukan sipil (pamong praja)nya untuk membantu menggusur. Seketika aku mulai mempertanyakan kecintaanku pada bangsa ini.
Di negeri inilah aku lahir. Sebuah negeri antah berantah dimana rakyatnya setiap hari harus menahan lapar karena tak mampu membeli beras yang harganya terbilang mahal untuk ukuran daya beli masyarakat dunia ke-tiga. Negeri dimana tiap menitnya menggusur tanah rakyatnya. Negeri dimana sebuah system birokrasi sengaja dibuat kompleks seperti kompleks perumahan yang mempunyai lorong yang tak terhitung jumlahnya. Negeri dimana kekerasan serta tindak criminal yang begitu tingginya karena rakyatnya tak mau mati kelaparan. Negeri dimana dendam dipupuk sehingga konflik berbau SARA tumbuh sedemikian suburnya. Negeri dimana pendidikan ditaruh pada urutan ke-17 pada prioritas pembangunannya. Negeri dimana utang luar negerinya tak akan pernah mampu untuk dibayar sekalipun rakyat tak diberi makan dalam setahun. Negeri dimana kultur lokal termarjinalkan hingga kehilangan identitasnya. Negeri dimana setiap warga yang mempertanyakan semua hal diatas berusaha untuk dimatikan. Seketika aku mulai mempertanyakan kebangganku pada bangsa ini.
Di negeri inilah aku lahir. Memakan tanah dan meminum air negeri ini. Dibesarkan oleh orang-orang asli pribumi. Diajarkan bahasa persatuan Indonesia sebagai alat komunikasiku nantinya. Diperkenalkan dua warna Merah-Putih sebagai lambang kekuatan bangsa. Diajarkan sejarah kemerdekaan dengan bambu runcing sebagai senjatanya. Serta diperlihatkan gambar-gambar pahlawan yang rela mati demi kecintaannya pada negeri ini. Seketika aku mulai mempertanyakan kecintaanku pada bangsa ini.
Dinegeri inilah aku lahir. Mencoba belajar mengeja ayat-ayat cinta yang kemudian menjawab pertanyaanku sebelumnya.
walaupun rakyatnya setiap hari harus menahan lapar karena tak mampu membeli beras yang harganya terbilang mahal. walaupun tiap menitnya pemerintah menggusur tanah rakyatnya. Walaupun sebuah system birokrasi sengaja dibuat kompleks seperti kompleks perumahan yang mempunyai lorong yang tak terhitung jumlahnya. walaupun kekerasan serta tindak criminal begitu tinggi karena rakyatnya tak mau mati kelaparan. walaupun dendam dipupuk sehingga konflik berbau SARA tumbuh sedemikian suburnya. Walaupun pendidikan ditaruh pada urutan ke-sekian puluh pada prioritas pembangunannya. walaupun utang luar negeri tak akan pernah mampu untuk dibayar sekalipun rakyat tak diberi makan dalam setahun. Walaupun setiap generasi kehilangan identitasnya. walaupun setiap warga negara yang oposan berusaha untuk dimatikan. Aku tetap membanggakan Indonesia.
Seketika aku mulai mempertanyakan kewarasanku…
anyway, tulisan ini dipersembahkan untuk mereka yang terlibat dalam Kompetisi Web/blog Kompas MuDA 2009
No related posts.








goood